Udah 2 hari
ini gwe bertemu seseorang, yang gwe gak perlu sebutkan namanya tapi gwe
memanggil dia abang. Dia yang mengajarkan sesuatu yang membuat gwe melihat sisi
lain dari sebuah kehidupan. Jujur, gwe adalah seseorang yang tidak percaya akan
sebuah relationship. Apapun itu bentuknya, gwe gak percaya. Apa itu teman,
sahabat, pacar, even itu adalah pendamping hidup kita dalam menikah nanti.
Kenapa gwe bisa bilang begitu? Karna jujur, gwe adalah orang yang cukup puas
akan yang namanya dibohongin dan ditinggalin dalam bentuk apapun itu. Mulai
dari seseorang yang gwe anggap sahabat, sodara, sampe seseorang yang pernah
janji bakal dampingin hidup gwe(pernah terjadi diantara tahun 2003-2005). Tapi
kali ini beda. Abang gwe yang satu ini telah membantu membuka mata kehidupan
yang lain.
Gwe adalah
seseorang yang pernah di “wejangi” kata2 oleh beberapa sahabat gwe. Dan kata2
itu adalah “kita ini sahabat, gwe gak akan pernah meninggalkan lo walaupun
selangkah atau membiarkan lo jalan selangkah lebih maju daripada gwe.. kita
sejalan, kita sejajar, kita sahabat”. Dan dengan santai gwe bales “kenapa lo
bisa bilang kek gitu?” dan mereka pun menjawab,” karna sahabat sejati gak
bakalan ninggalin sahabatnya walaupun selangkah, karna bisa ajah gwe jorokin lo
dari depan, dan gak bakalan membiarkan lo jalan selangkah lebih maju, karna
kita gak maok nusuk lo dari belakang” Mereka memberikan kata2 ini ketika gwe
mencapai puncak depresi dalam sesaat. Saat itu manis, saat itu indah. Semuanya.
Tapi.. apa
yangterjadi sekarang? Untuk ketemu mereka ajah, gwe merasa depresi duluan.
Jujur, gwe merasa mereka meninggalkan gwe selangkah atau dua langkah. Gwe
sempat berfikir, dimana kata2 lo yang dulu? Yang bilang kita selangkah, yang
bilang kita sejalan, yang bilang sejajar? Sekarang kita terpisah! Untuk bertemu
mereka gwe perlu suatu keberanian, untuk bertemu mereka gwe harus menundukkan
kepala! Dan gwe kadang (atau mungkin sering) merasa tertinggalkan. Tapi ini
dia, ketika gwe bertemu seseorang ini, si abang, gwe membuka sesuatu yang lain,
hanya karna sebuah kata, dan kalimat yang ia berikan ke gw..
Kata itu
namanya “KETULUSAN”
Dan kalimat
itu berbunyi “SAHABAT ITU SEDETIK DIMATA, SELAMANYA DIHATI”
Sesuatu yang
mulai meyakinkan gw kembali bahwa gwe gak sendirian, walaupun selalu merasa
sendirian. Selalu ada orang lain yang mendukung gw, walaupun secara tidak
langsung.
Ada
mereka, yang gwe kira meninggalkan begitu saja. Kata2 yang
meyakinkan gwe kalo gwe ada dihati mereka.
Mungkin gwe
sempet berfikir, bahwa salah satu sahabat gwe yang selalu berkata “tenang ajah
lo itu sahabat gwe” meninggalkan gwe begitu ajah. Atau sahabat gwe yang selalu
berkata “ya elah… gwe tu tauk lo.. lo
itu sahabat gwe..” telah menjauh begitu ajah. Ternyata GAK!!! Abang pernah
ngomong sama gwe, “dalam persahabatan dibutuhkan sebuah KETULUSAN, karna itu
dibutuhkan ketika dia mulai meninggalkan lo, dan lo gak pernah meninggalkan
mereka. Atau ketika mereka meninggalkan lo disaat senang dan cuma mencari lo
disaat sedih. Dan ketika lo mendampingi mereka dengan ketulusan dan mulai
mengerti arti ketulusan, disitu lo akan merasakan cinta yang sesungguhnya,
kasih sayang yang sesungguhnya”
Hanya karna
kata2 itu, gwe mulai berfikir kembali. Apakah gwe terlalu posesif? Apakah gwe
yang tidak mengerti mereka? Apakah gwe yang terlalu banyak menuntut akan adanya
mereka dimanapun gwe berada? Manusia itu gak ada yang sempurna. Gak ada manusia itu yang bisa memberikan
segalanya hanya untuk seseorang. Terlalu naif klo kita menginginkan segalanya
sempurna dimata kita.
Dan sekarang
gwe mulai mengerti, mungkin karna pemikiran gw yang berlebihan, gwe merasa
mereka meninggalkan gwe, padahal gak, munggkin ajah mereka itu memang lagi
sibuk, mungkin ajah mereka lagi ada urusan lain, dan karna itu mereka gak bisa
ketemu gwe, bukan karena mereka gak mau atau gak peduli lagi sama gwe.. gwe
cuma terlalu berlebihan. Munggkin mereka terlihat sibuk atau tidak perduli,
tapi gwe yakin, ketika gwe memberikan ketulusan, mereka akan selalu menganggap
gwe ada di hati mereka, gak lebih gak kurang, karna kita berjalan sejajar.
Karna kita sahabat. Kita yang selalu berjalan sejalan. Kita yang selalu
sejajar. Kita SAHABAT. Dan gwe gak akan melupakan kalian sedetik pun, walaupun
lo memutuskan untuk melupakan ataupun meninggalkan gwe. Gwe akan selalu
berusaha menjadi sahabat lo, walaupun lo gak mau nganggep gwe sahabat. GW
SAHABAT LO YANG BERUSAHA TIDAK MENINGGALKAN ATAU MELUPAKAN LO SEMUA SEDETIK PUN
DALAM HIDUP GW.
GW SAYANG LO
SEMUA.. dan gwe gak perduli klo gwe gak berarti apa2 bagi lo, karna bagi gw, lo
semua sangat berarti, istimewa di hati, dan tak akan pernah terganti, dan gwe
akan selalu menanti, sampai gwe mati..
Cause we’re
never walk alone.